Respons Ancaman Pemerintah ke Inpex, Pemuda Maluku Dorong Penguatan SDM Lokal

Diposting pada

Sekelompok pemuda asal Maluku menggelar diskusi virtual melalui platform “Komal” di TikTok pada Senin malam (26/5/2025), sebagai respons terhadap perhatian pemerintah yang kembali membahas proyek Blok Masela.

Diskusi ini berlangsung setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengancam akan mencabut izin perusahaan asal Jepang, Inpex, jika tidak segera memulai produksi di Blok Masela.

Dalam diskusi tersebut, para pemuda Maluku yang berdomisili di berbagai daerah di Indonesia menyuarakan pentingnya persiapan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian di industri migas dan sektor strategis terkait.

“Ini penting untuk mendorong pemerintah daerah, baik Provinsi Maluku maupun kabupaten/kota se-Maluku untuk segera menyiapkan SDM yang kompeten agar dapat memanfaatkan potensi yang ada di Blok Masela,” kata Karim Rahanar, salah satu putra Maluku yang berdomisili di Jakarta.

Menurutnya, pemerintah daerah sudah seharusnya menyiapkan berbagai program pelatihan hingga memfasilitasi jejang pendidikan sektoral kepada putra-putri Maluku.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat segera menyusun program pelatihan dan pendidikan yang fokus pada industri migas, agar generasi muda Maluku siap bersaing dalam tenaga kerja dan berkontribusi pada proyek strategis nasional ini,” jelasnya.

Senada dengan itu, Reka Renhoran berharap pemerintah baik pusat dan daerah perlu memberikan perhatian serius kepada generasi asli Maluku terkait prioritas tenaga kerja lokal.

“Karena dengan adanya Blok Masela dapat menjadi momentum bagi peningkatan kualitas SDM di daerah, sehingga manfaat dari proyek tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Maluku,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah telah mengirimkan surat peringatan pertama kepada Inpex karena produksi LNG di Blok Masela belum digarap sejak diberikan konsesi.

“Saya sudah memberikan surat peringatan pertama. Masih main-main, peringatan kedua. Kalau tidak, kita cabut atas nama negara,” ujarnya dalam acara Energi dan Mineral Forum di Jakarta, Senin (26/5).

Sebagai tambahan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Bahlil menekankan hingga saat ini lapangan gas alam cair (LNG) di Maluku mandek selama 26 tahun. Padahal, pemerintah membutuhkan lebih banyak produksi karena beberapa tahun ini terus menurun.

“Sudah 26 tahun diberikan konsesi, ini saya buka saja, ini kan forum terbuka, Inpex yang Blok Masela sudah 26 tahun itu dikasih,” tegas Bahlil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *