Ambon – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku melangsungkan pertemuan strategis dengan PT Pertamina Patra Niaga Cabang Ambon, Kamis (23/5). Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah konkret membuka ruang kolaborasi pemuda dan BUMN energi dalam penguatan distribusi BBM bersubsidi, edukasi energi bersih, serta inisiasi program pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.
Ketua DPD KNPI Maluku Arman Kalean Lessy menegaskan bahwa Pertamina memiliki peran krusial tidak hanya dalam menyediakan energi, tetapi juga dalam mendorong perubahan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa CSR Pertamina menyentuh sektor-sektor krusial: lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Perlu ada sinergi nyata, bukan sekadar simbolik,” ujarnya.
Dalam forum itu, KNPI secara terbuka mengapresiasi langkah cepat Pertamina Ambon dalam merespon kelangkaan BBM jenis Pertalite di sejumlah titik. Tindakan responsif tersebut dinilai menjaga stabilitas aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat Maluku.
Namun, KNPI juga menyoroti praktik curang dalam distribusi minyak tanah bersubsidi yang hingga kini masih terjadi di lapangan.
“Distribusi subsidi harus adil. Kami minta Pertamina perkuat koordinasi dengan aparat hukum untuk menindak tegas oknum distributor nakal. Tidak boleh ada kompromi terhadap pelanggaran ini,” tegas Ketua KNPI.
Tak hanya soal distribusi, KNPI turut mendorong percepatan edukasi penggunaan gas elpiji yang aman di tingkat rumah tangga. Pasalnya, sebagian masyarakat Maluku masih enggan beralih dari minyak tanah ke gas karena minimnya informasi dan kekhawatiran terhadap faktor keamanan.
“Kami siap turun langsung bersama Pertamina. Edukasi pemakaian gas elpiji harus menyentuh kampung-kampung. Ini bukan cuma soal energi bersih, tapi juga soal keadilan akses informasi dan pengurangan risiko,” tegasnya.
Menanggapi hal ini, Pertamina menyambut baik ajakan kolaboratif dari KNPI. Pihak perusahaan menyatakan komitmennya untuk memperkuat peran sosial melalui program CSR yang lebih inklusif, edukatif, dan berbasis partisipasi pemuda serta masyarakat lokal.
Pertemuan ditutup dengan rencana penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara KNPI dan Pertamina dalam waktu dekat. MoU ini akan mencakup kerja sama pengawasan distribusi BBM, kampanye pengurangan sampah plastik, pelatihan wirausaha muda berbasis lingkungan, serta sosialisasi keamanan energi bersih di wilayah Maluku.



